FRAMEWORK FOR CLASSROOM ASSESSMENT IN MATHEMATICS Penilaian Wiggins (1992) menunjukkan, cukup benar, umpan balik itu sering dikacaukan dengan nilai tes. Persepsi ini merupakan salah satu indikasi bahwa umpan balik tidak dipahami secara benar. Penilaian pada test adalah informasi yang dikodekan, sedangkan umpan balik adalah informasi yang menyediakan pelaku dengan wawasan langsung yang dapat digunakan kedalam hasil saat ini dan didasarkan pada perbedaan nyata antara hasil saat ini dan hasil yang diharapkan. Jadi yang kita butuhkan adalah umpan balik kualitas di satu sisi dan "skor" untuk mencatat perkembangan dalam cara yang lebih kuantitatif di sisi lain. Dan cukup sering kita perlu menerima bahwa kita tidak mampu mengkuantifikasi dalam pengertian tradisional (misalnya, dalam skala satu sampai sepuluh), tapi buatlah catatan singkat kapan, Selama wacana atau saat mengerjakan pekerjaan rumah, seorang siswa melakukan sesuatu yang istimewa, apakah bagus atau buruk. ...
Postingan
Menampilkan postingan dari Maret, 2018
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS Dr. Rev. A. C. Egereonu Abstark : Makalah ini berfokus pada penilaian Psikomotor yang relevan dengan pemahaman konsep matematika. Psikomotor melibatkan semuanya gerakan apakah mikro atau makro, sedikit atau mendalam. Dari ciptaan tindakan relevan untuk kelangsungan hidup baik dalam mengajar, belajar, perang, politik, bertani, olahraga, seks atau lainnya. Hukum dasar apa pun yang bersifat biologis, kelenjar atau lingkungan melibatkan tindakan. Jadi, matematika dalam mengajar dan belajar bahkan evaluasi tidak dapat bertahan tanpa psikomotor dan berlatih menggunakan gadget di dalam atau di luar kaum homoseksual. Kedua psikomotor dan matematika termasuk mata pelajaran yang berhubungan dengan matematika komplementer. Oleh karena itu disarankan agar semua tingkatan pemerintahan dan institusi harus dilibatkan dalam kebijakan dan praktek untuk mengimplementasikan matemat...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PENILAIAN AFEKTIF I. Pengertian Afektif dan Penilaian Afektif Afektif atau sikap merupakan suatu kecendrungan tingkah laku untuk berbuat sesuatu dengan cara, metode, teknik, dan pola tertentu terhadap dunia sekitarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Afektif adalah berkenaan dengan rasa takut atau cinta, mempengaruhi keadaan, perasaan dan emosi, serta mempunyai gaya atau makna yang menunjukkan perasaan. Muhajir (1992) menjelaskan bahwa sikap merupakan kecendrungan afeksi, suka atau tidak suka pada suatu objek social. Harvey dan Smith (1991) berpendapat bahwa sikap adalah kesiapan merespons secara konsisten dalam bentuk positif atau negative terhadap objek atau situasi. Eagly & Chaiken (1993) sikap adalah “ a psychological tendency that is expressed by evaluating a particular entity with some degree of favor or disfavor ”. Keempat pendapat tersebut memiliki kesamaan, yaitu bahwa sikap merupakan reaksi seseorang dalam menghadapi suatu objek. Menurut Sumarna (2004) b...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PENILAIAN AUTENTIK Dalam American Library Association , penilaian autentik didefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktivitas yang relevan dalam pembelajaran. Dalam Newton Public School , penilaian autentik diartikan sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik. Wiggins (1993) mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisis moral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antar sesama melalui debat, dan sebagainya. Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik, guru harus memahami secara jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Untuk itu, guru harus bertanya pada diri sendiri, khususnya berkaitan dengan : Sika...